“PANCANG” TEKNIK MENGUSIR HAMA BABI ALA RANGKIANG LULUIH

pancangSeorang Ibu-ibu sedang asyik membakar rambut sebagai cara untuk mengusir hama babi.(Febriboy Amra doc.)

Disaat masyarakat daerah lain disibukkan dengan melakukan berburu babi massal agar hama bai dapat musnah dari sekitar sawah dan ladang mereka dengan bermodalkan anjing pemburu yang harganya berkisar dari ratusan ribu rupiah hingga Puluhan jura rupiah, nun jauh di Tigo Lurah sana masyarakat melalui cara yang turun temurun mereka terima sampai saat ini masih manjur untuk mengusir hama babi dari sawah mereka. Bisa dibilang ini adalah salah satu KEARIFAN LOKALl masyarakat Tigo Lurah, karena cara seperti ini mungkin tidak akan kita temukan di daerah lain. Sekarang kita simak sebentar Teknik Mengusir Babi ini :

Peralatan dan bahan yang dibutuhkan sangat sederhana

  1. Rambut manusia, biasanya rambut kaum hawa khan sering rontok, jadi itu bisa digunakan.
  2. Bambu yang sudah dibelah (PANCANG), sebagai tempat untuk meletakkan rambut.

Daun, biasanya di Tigo Lurah  masyarakat memakai daun Manggis karena pohon Manggis cukup banyak disana.

Cara pelaksanaannya :

  1. Ambil rambut, kemudian gulung  kira-kira sebesar kotak korek api,
  2. Selipkan rambut tersebut ke Bilah (bambu yang telah dibelah),
  3. Tancapkan bambu yang sudah ada rambutnya ditanah pada sekeliling sawah/kebun,
  4. Pada bagian atas rambut selipkan daun yang masih hijau untuk menghindari rambut basah oleh embun atau karena hujan,
  5. Letakkan pancang disekeliling sawah/kebun,
  6. Bakar rambut tersebut pada sore hari.

deretan-pancang-disekeliling-sawah (Febriboy Amra doc.)

Menurut keterangan masyarakat setempat alasan mereka mempergunakan teknik “Pancang” ini karena bau dari rambut yang dibakar tersebut sangat menyengat sehingga mirip dengan bau Harimau, seperti kita ketahui Babi sangat takut dengan Harimau karena Babi adalah salah satu dari mangsanya Harimau. Sekilas saja dapat kita analisa bahwa alasan masyarakat setempat sangat ilmiah , wajar sepanjang warga yang menerapkan teknik ini sawah/ladangnya cukup terjaga dari hama babi.

Mungkin saja teknik ini dapat diadopsi oleh masyarakat di daerah lain yang cukup terganggu dengan kehadiran hama Babi, karena “Membunuh makhluk hidup lain bukanlah satu-satunya jalan untuk membuat kita selamat dari gangguannya “. Semoga bermanfaat.

Explore posts in the same categories: KEARIFAN LOKAL

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: